Kajian

Bagaimana kita setelah selesai Ramadhan? Ust. Fir’adi, Lc

​Pimpinan Cabang Muhammadiyah memulai kembali kajian malam kamis (12/07) di Masjid At-taqwa Panti Asuhan Budi Utomo Muhammadiyah Metro.

Dalam kesempatan tersebut Ust. Fir’adi Ahmad Mustaqim, Lc, M.Hi  memaparkan tema tentang “bagaimana kita selepas ramadhan?”.

Banyak sekali manusia yang bersemangat di bulan ramadhan  tetapi tidak dilakukan kembali selepas ramadhan, mereka itulah orang-orang yang tidak mengetahui hak Allah kecuali hanya dibulan Ramadhan saja.

Dalam riwayat muslim ada 3 orang yang memiliki amalan besar pertama orang yang mati syahid, kedua orang yang qari’ senantiasa mengajarkan al-qur’an, ketiga orang yg dermawan. Namun karena niatnya tidak lurus dan tepat, maka mereka diseret dengan kepala dibawah ketika di akhirat.

maka penting bagi kita untuk istiqomah dan meluruskan niat dalam berbuat kebaikan.

ibnu qayyim mengatakan orang yang bisa dikatakan istiqomah adalah orang yang jujur dalam berucap dan bertindak. 

Balasan bagi orang-orang yang senantiasa istiqomah :

  1. Diberikan kabar gembira (akan diberikan ketika kematian datang, ketika dialam kubur, ketika hari kebangkitan).
  2. Mendapatkan keluasan rezeki (dimana ada air disana ada harta : umar bin khattab).
  3. Mendapat ampunan dari yang maha kuasa dan surga sudah pasti akan mengikutinya.

Membangun pribadi istiqomah dengan menjalankan amalan dengan terus menerus walaupun sedikit, yang kedua dengan berdo’a, ketiga dalah dengan senantiasa berdekatan dengan orang-orang sholih, yang keempat adalah dengan belajar kepada orang-orang sholih terdahulu.

Advertisements
AGENDA

PCM MB selenggarakan I’tikaf di bulan Ramadhan

​Pimpinan Cabang Muhammadiyah Metro Barat adakan i’tikaf 10 hari terakhir ramadhan di Masjid At-Taqwa Panti Asuhan Budi Muhammadiyah Metro(23/06).

Kegiatan i’tikaf di backup oleh Majelis Tabligh PCM MB dan Takmir Masjid At-Taqwa.

Dalam kesempatan tersebut Ust. Eko Nugroho selaku ketua pelasana mengatakan bahwa kegitan i’tikaf sangat diminati oleh jama’ah, itu bisa kita amati dari jumlah peserta yang ikut meramaikan.

Peserta yang terdaftar kisaran 70 orang ditambah santri panti asuhan, 2 orang full 24 Jam yaitu H.Panggih, dan H. Mukhisban. Sedangkan peserta Ngalong  (berangkat sebelum maghrib dan pulang selepas sholat syuru’) ada sekitar 20 orang.

Dalam tarawih terakhir, H. Mukhisban dalam kultumnya menyampaikan bahwa kita jangan sampai lalai dengan kegembiraan idul fitri justru kita harus bersedih karena ditinggal ramadhan.

Jangan terlena dengan kehidupan konsumtif, rasullah menyampaikan bahwa tempat yang paling mulia adalah masjid san tempat yang hina adalah pasar. Maka wajib bagi kita untuk berdo’a sebelum masuk pasar, karena di pasar adalah pintu dari keburukan imbuh beliau.(azzam)