Kajian

Meneladani Keluarga Nabi Ibrahim AS

Banyak sekali pelajaran yang dapat kita teladani dari kisah Nabi Ibrahim AS yang dikenal sebagai bapak para nabi.

Kajian rutin kamisan PCM Metro Barat kali ini membahas tentang Meneladani Keluarga Ibrahim disampaikan oleh ustadz ali murtadlo, M, Pd.i (30/08).

Dari ibunda hajar kita belajar tentang ketaqwaan beliau dalam menerima semua yang telah Allah SWT perintahkan.

Ketika turun perintah untuk mengasingkan ibunda hajar, maka ibunda hajar bertanya kepada nabi ibrahim. Mengapa engkau meninggalkanku disini? Ibrahim tidak menjawab, kemudian diulanginya lagi pertanyaan tersebut. Mengapa engkau meninggalkanku disini? Ibrahim pun belum menjawab. Pertanyaan ketiga, ibunda hajar mengganti pertanyaan kepada nabi ibrahim. Apakah ini perintah rabbmu? Nabi ibrahim pun menjawab, iya.

Pada ismail kita belajar tentang kesabaran,itu tertuang pada kisah penyembelihan ismail untuk berqurban.

Itu semua dapat dirangkum dalam 2 hal, yaitu :

1. Ketaatan kepada allah dan rasulnya dengan ketaatan yang maksimal.

2. Bersegera dalam bermuhasabah terutama dalam syukur kepada Allah SWT.

Advertisements
Kajian

Sandal Imam Ahmad dan Jin : Ust. Sudarman

Kajian Rutin PCM Metro Barat pada kesempatan ini disampaikan oleh Ustadz Sudarman(02/08). Membahas tentang tafsir surat al-fatihah dan keutamaannya.

Di sela-sela kajian beliau menyampaikan kisah tentang imam ahmad yang membuat jama’ah tersenyum geli. Berikut ini adalah kisahnya.

Ada sebuah kisah dalam kitab Thabaqat Al Hanabilah karya Ibnu Abi Ya’la bahwa suatu hari Al Imam Ahmad bin Hanbal -rahimahullah- sedang berada di masjid.

Kemudian datanglah khalifah Al Abbas Al Mutawakkil kepada beliau memberitahukan bahwa ada kerabatnya yang bernama Jariyah, kerasukan jin.

Khalifah Al Mutawakkil meminta Al Imam Ahmad -rahimahullah- untuk berdoa kepada Allah agar kerabatnya diberi kesembuhan. Setelah berdoa, Al Imam Ahmad -rahimahullah- menitipkan sandalnya lalu beliau berkata: “Bawalah sandal ini ke kediaman Amirul Mu’minin dan letakkan di sebelah kepala Jariyah dan katakan kepadanya (kepada jin) bahwa Ahmad bin Hanbal berkata kepadamu: “Keluarlah dari tubuh Jariyah ini atau aku akan memukulmu sampai 70 kali!”

Lantas jin tersebut berkata melalui lisan Jariyah: “Aku mendengar dan taat. Kalaupun seandainya Ahmad bin Hanbal menyuruhku pergi dari Iraq, aku pasti akan menuruti perintahnya.

Sesungguhnya dia itu orang yang taat kepada Allah. Barangsiapa yang taat kepada Allah, siapapun akan menurut kepadanya.” Kemudian keluarlah jin tersebut dari tubuh Jariyah.

Sepeninggal Imam Ahmad bin Hanbal wafat, jin yang dahulu kembali merasuk pada tubuh Jariyah. Khalifah Al Mutawakkil lantas mendatangi penerus dakwah Imam Ahmad, yakni Imam Al Marwadzi -rahimahullah-, lalu memberitahukan keadaan Jariyah.

Al Imam Al Marwadzi pun mengirimkan sandalnya lalu disuruh diletakkan di sisi kepala Jariyah dan dikatakan kepada jin yang merasuk sebagaimana dahulu.

Alih-alih keluar, jin Ifrit tadi menjawab: “Aku tidak akan keluar. Aku tidak mau menuruti perintahmu. Susungguhnya Ahmad bin Hanbal itulah yang taat kepada Allah dan aku hanya mau menuruti perintahnya.”