Berita Persyarikatan

PCM MB Sebar Merata Daging Qurban

Pimpinan Cabang Muhammadiyah Metro Barat gelar pemotongan hewan qurban di lapangan Panti Asuhan Budi Utomo Muhammadiyah Metro. (02/09).

Pemotongan dimulai pukul 06.30 sampai dengan selesai, dengan rincian 6 ekor sapi dan 6 ekor kambing. Pemotongan sapi pertama dilakukan oleh Ketua PCM Metro Barat H. Kasimun, S.Ag, M.M

Ari Febrian selaku penitia mengatakan bahwa paket qurban yang akan disebar berjumlah 600 yang dibagi di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah Metro Barat.

Pengorbanan yang telah dilakukan Nabi Ibrahim AS dan Ismail diharapkan dapat dijiwai dan memotivasi semua umat sehingga saling memahami dan mau berkurban di antara sesama dengan penuh rasa keikhlasan.

Dengan semangat berkurban ini, H. Kasimun mengajak seluruh umat Muslim di kecabangan metro barat agar semangat berkurban ini dapat diaplikasikan dengan bentuk nyata dalam kehidupan kita sehari-hari, terutama dalam upaya membangun diri, bermasyarakat, serta mendukung penuh seluruh program Persyarikatan Muhammadiyah yang tengah dijalankan saat ini.

Galeri Instagram Dapat dilihat dibawah ini.

======

Advertisements
Kajian

Meneladani Keluarga Nabi Ibrahim AS

Banyak sekali pelajaran yang dapat kita teladani dari kisah Nabi Ibrahim AS yang dikenal sebagai bapak para nabi.

Kajian rutin kamisan PCM Metro Barat kali ini membahas tentang Meneladani Keluarga Ibrahim disampaikan oleh ustadz ali murtadlo, M, Pd.i (30/08).

Dari ibunda hajar kita belajar tentang ketaqwaan beliau dalam menerima semua yang telah Allah SWT perintahkan.

Ketika turun perintah untuk mengasingkan ibunda hajar, maka ibunda hajar bertanya kepada nabi ibrahim. Mengapa engkau meninggalkanku disini? Ibrahim tidak menjawab, kemudian diulanginya lagi pertanyaan tersebut. Mengapa engkau meninggalkanku disini? Ibrahim pun belum menjawab. Pertanyaan ketiga, ibunda hajar mengganti pertanyaan kepada nabi ibrahim. Apakah ini perintah rabbmu? Nabi ibrahim pun menjawab, iya.

Pada ismail kita belajar tentang kesabaran,itu tertuang pada kisah penyembelihan ismail untuk berqurban.

Itu semua dapat dirangkum dalam 2 hal, yaitu :

1. Ketaatan kepada allah dan rasulnya dengan ketaatan yang maksimal.

2. Bersegera dalam bermuhasabah terutama dalam syukur kepada Allah SWT.

Berita Persyarikatan

Musyawarah Cabang IPM Metro Barat VI

MUSCAB IPM Metro Barat VI

Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah Metro Barat adakan agenda musyawarah cabang ke VI di aula PC Muhammadiyah Metro Barat (19/08).

Agenda tersebut adalah proses regenerasi guna tercapainya tujuan organisasi.

Dalam acara tersebut turut hadir Ketua PCM MB Bp, Hi. Kasimun, S.Ag. M.M , Ketua PD IPM Metro IPMawan Bagus Ragil Pratama, Ketua PC IPM Metro Barat IPMawan M. Subkhi Hidayatullah.

Hi. Kasimun, S.Ag, M.M dalam sambutannya mengatakan “Kamu adalah apa yang kamu pikirkan” Ketika kita berfikir bisa, maka kita akan bisa melakukannya. Bapak bangga dengan kalian, disaat kawa-kawan kalian sedang euforia kalian hadir disini untuk menambah ilmu dan memperjuangkan persyarikatan.

Setelah pulang nanti, tolong sampaikan salam bangga bapak kepada orang tua kalian. Yang telah mendidik kalian menjadi anak-anak yang berprestasi.

Walaupun jumlah kalian sedikit, janganlah takut. Dahulu Rasullah SAW berperang hanya dengan pasukan 300 orang mampu mengalahkan pasukan musuh yang 1000.

Tetap semangat dan senantiasa istiqomah dalam jalan kebaikan. Imbuh beliau dalam sambutan sekaligus membuka acara tersebut.

Untuk Menonton Video Sambutan Hi. Kasimun, S.Ag, M.M silahkan klik link dibawah ini.

Video Sambutan Ketua PCM MB

Kajian

Sandal Imam Ahmad dan Jin : Ust. Sudarman

Kajian Rutin PCM Metro Barat pada kesempatan ini disampaikan oleh Ustadz Sudarman(02/08). Membahas tentang tafsir surat al-fatihah dan keutamaannya.

Di sela-sela kajian beliau menyampaikan kisah tentang imam ahmad yang membuat jama’ah tersenyum geli. Berikut ini adalah kisahnya.

Ada sebuah kisah dalam kitab Thabaqat Al Hanabilah karya Ibnu Abi Ya’la bahwa suatu hari Al Imam Ahmad bin Hanbal -rahimahullah- sedang berada di masjid.

Kemudian datanglah khalifah Al Abbas Al Mutawakkil kepada beliau memberitahukan bahwa ada kerabatnya yang bernama Jariyah, kerasukan jin.

Khalifah Al Mutawakkil meminta Al Imam Ahmad -rahimahullah- untuk berdoa kepada Allah agar kerabatnya diberi kesembuhan. Setelah berdoa, Al Imam Ahmad -rahimahullah- menitipkan sandalnya lalu beliau berkata: “Bawalah sandal ini ke kediaman Amirul Mu’minin dan letakkan di sebelah kepala Jariyah dan katakan kepadanya (kepada jin) bahwa Ahmad bin Hanbal berkata kepadamu: “Keluarlah dari tubuh Jariyah ini atau aku akan memukulmu sampai 70 kali!”

Lantas jin tersebut berkata melalui lisan Jariyah: “Aku mendengar dan taat. Kalaupun seandainya Ahmad bin Hanbal menyuruhku pergi dari Iraq, aku pasti akan menuruti perintahnya.

Sesungguhnya dia itu orang yang taat kepada Allah. Barangsiapa yang taat kepada Allah, siapapun akan menurut kepadanya.” Kemudian keluarlah jin tersebut dari tubuh Jariyah.

Sepeninggal Imam Ahmad bin Hanbal wafat, jin yang dahulu kembali merasuk pada tubuh Jariyah. Khalifah Al Mutawakkil lantas mendatangi penerus dakwah Imam Ahmad, yakni Imam Al Marwadzi -rahimahullah-, lalu memberitahukan keadaan Jariyah.

Al Imam Al Marwadzi pun mengirimkan sandalnya lalu disuruh diletakkan di sisi kepala Jariyah dan dikatakan kepada jin yang merasuk sebagaimana dahulu.

Alih-alih keluar, jin Ifrit tadi menjawab: “Aku tidak akan keluar. Aku tidak mau menuruti perintahmu. Susungguhnya Ahmad bin Hanbal itulah yang taat kepada Allah dan aku hanya mau menuruti perintahnya.”

Kajian

Mendahulukan yang Tua, Menghargai yang Muda : Ust. Abdurrahim Hamdi, M.A

Kajian PCM MB pada kesempatan ini disampaikan oleh Al-Ustadz Abdurrahim Hamdi, M.A membahas tentang adab memuliakan yang tua dan menghargai yang muda.

Siapa yang disebut orang yang lebih tua? Bisa karena umur bisa juga karena ilmu nya yang tinggi.

Memuliakan orang tua dalam segala hal, kecuali ada dalil yang mengecualikan. Termasuk dalam menyebutkan nama, imam nawawi rahimakumullah mengatakan disunnahkan bagi anak, murid, untuk memanggil orang tua dan guru dengan tidak memanggil namanya saja.

Yang selanjutnya jangan berjalan didepannya, jangan duduk sebelum dia duduk, jangan membantah, yang dimaksuda adalah ketika diperingatkan atau dinasehati akan kesalahan maka tidak boleh membantah atau menyela.

Ibnu Taimiyah mengatakan

Hukum asal adat (kebiasaan masyarakat) adalah tidak terlarang selama tidak ada larangan oleh Allah didalamnya (Al-majmu’ al fatawa 4: 96).

1. Mencium Tangan (tapi tidak menjadi kebiasaan, dan tidak menjadikan yang disalami menjadi sombong)

2. Tidak boleh membungkuk di hadapan orang tua tetapi berjabat tangan (HR. Ibnu majah 3720 dinilai hasan oleh al-bani)